Departemen Pendidikan IPA UM Gandeng LPI Roudlotut Tholibin Gelar Pelatihan Guru Berbasis STEM Melalui Kemitraan Pendidikan untuk Penguatan Kapasitas Pembelajaran Inovatif

Banjarejo, 11 Juli 2026 —Departemen Pendidikan IPA, Program Studi S2 Pendidikan IPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang (UM) Bersama Lembaga Pendidikan Islam Roudlotut Tholibin menunjukkan komitmen nyatanya dalam meningkatkan standar pendidikan nasional melalui kategori kegiatan pengabdian masyarakat berbasis keilmuan. Kegiatan ini didasari oleh urgensi transformasi pedagogik di lembaga pendidikan swasta yang seringkali menghadapi tantangan dalam mengakses inovasi kurikulum terbaru. Sebagai solusi, UM menginisiasi langkah strategis untuk menyediakan pendidikan terjangkau bagi tenaga pendidik di daerah melalui integrasi pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Kegiatan ini bertujuan untuk merumuskan ulang kompetensi pedagogik guru agar selaras dengan tuntutan abad ke-21. Melalui orientasi pembelajaran sepanjang hayat, workshop ini membekali peserta dengan keterampilan teknis dalam menyusun desain instruksional yang kreatif, kontekstual, dan berpusat pada siswa, sehingga tercipta ekosistem akses pembelajaran yang berkualitas dan merata di tingkat lokal.

Workshop dilaksanakan secara intensif pada tanggal 11 November 2026 berlokasi di Lembaga Pendidikan Islam Roudlotut Tholibin, Desa Banjarejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Menggunakan metodologi workshop partisipatif dengan total 8 jam pelatihan, rangkaian acara meliputi sesi pemaparan materi oleh pakar, simulasi praktikum STEM, hingga pertukaran pengetahuan antar peserta untuk membedah studi kasus pembelajaran di kelas.

Program ini melibatkan kolaborasi tim pelaksana yang terdiri dari 2 dosen pakar, Erni Yulianti, Ph.D. dan Nurul Hidayat, Ph.D., serta dibantu oleh 4 mahasiswa. Sebanyak 40 Guru LPI Roudlotut Tholibin menerima manfaat pelatihan ini. Secara kuantitatif, terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep integrasi STEM antar-disiplin, serta dihasilkannya setidaknya empat kegitan pembelajaran inovatif yang siap diimplementasikan. Dalam kesempatan tersebut, Aminudin Kahfi selaku Kepala Sekolah memberikan apresiasinya: “Workshop Pengembangan Pembelajaran Inovatif STEM ini adalah yang pertama kali bagi kami. Semua guru sangat antusias dan bersemangat untuk mengimplementasikan pembelajaran STEM di kelas. Kami berharap kegiatan pendampingan bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran STEM di kelas-kelas kami sangat kami nantikan untuk kemajuan pendidikan di YPI Roudlatut Tholibin.”

Kegiatan ini memberikan kontribusi mendalam pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) khususnya Target 4.c melalui pelatihan guru yang terstandarisasi. Selain itu, workshop ini menyisipkan Edukasi perubahan iklim sebagai tema proyek STEM, sejalan dengan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) Target 13.3. Melalui kemitraan pendidikan yang dijalin bersama Aminudin Kahfi dari pihak yayasan, UM memperkuat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) Target 17.16 tentang kemitraan multi-pihak. Penguatan kapasitas ini didesain sebagai rencana keberlanjutan melalui kolaborasi berkelanjutan guna memastikan pertukaran pengetahuan tidak terhenti pada satu sesi pelatihan saja.

Tantangan utama yang diidentifikasi di lapangan adalah keterbatasan sarana laboratorium pendukung di lokasi mitra untuk skala eksperimen yang kompleks. Sebagai rekomendasi pemecahan masa depan, perlu disusun modul STEM berbasis material lingkungan sekitar (low-cost material) dan penyediaan platform pendampingan daring pasca-pelatihan untuk menjaga konsistensi implementasi kurikulum inovatif.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six − 4 =

Scroll to Top