Malang, 29 Agustus 2026 — Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya pada International Class Program (ICP), LPI Roudlotut Tholibin terus mendorong para guru untuk mengembangkan kompetensi dan memperluas wawasan melalui kegiatan profesional. Salah satunya dengan mengikuti Cambridge Centre ID110 Professional Development Program yang berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu, 28–29 Agustus 2026, di Malang. Mengusung tema “From Empathy to Deep Learning in ICPs – Fostering HOTS through Problem-Based Learning and Dual-Layer Scaffolding,” kegiatan ini menjadi ruang bagi para pendidik untuk mempelajari berbagai pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kelas ICP agar lebih bermakna, kontekstual, kolaboratif, dan mampu mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). Kegiatan diawali dengan welcome remarks dan orientation untuk menyamakan visi mengenai Whole-School English Environment yang disampaikan oleh Dr. Endang Sri Andayani, M.Si.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para guru mendapatkan pengalaman langsung melalui berbagai aktivitas kolaboratif. Miss Rizka mengikuti grouping activity dalam sesi Bahasa Inggris dengan mengangkat classroom case “Why are students shy to express their feelings, opinions, and reactions?” Melalui proses diskusi dan pembuatan physical collage, kelompoknya mengeksplorasi berbagai gagasan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih nyaman sehingga siswa terdorong untuk berani menyampaikan perasaan, pendapat, dan respons mereka. Sementara itu, Miss Yuni mengikuti sesi Mathematics dengan topik “Decimal Detective: Money Mystery Shop,” yang mengembangkan konsep decimals melalui permasalahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Adapun Miss Alifa mengikuti sesi Science dengan topik “The Great Ice Melt,” yang mengajak peserta menghubungkan konsep sains dengan permasalahan nyata melalui proses diskusi dan kolaborasi. Ketiga kegiatan tersebut memberikan pengalaman hands-on dalam menerapkan Problem-Based Learning (PBL) dan Content and Language Integrated Learning (CLIL) sekaligus mengembangkan problem-solving, critical thinking, collaboration, communication, dan creative thinking.
Keikutsertaan guru LPI Roudlotut Tholibin dalam Cambridge Centre ID110 Professional Development Program menjadi salah satu langkah nyata dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran di lingkungan LPI, khususnya pada program ICP. Pengalaman dan wawasan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat dibagikan dan diterapkan kembali dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga inovasi yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan workshop, tetapi memberikan dampak nyata bagi peserta didik. Melalui pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan, LPI Roudlotut Tholibin berkomitmen membangun pembelajaran ICP yang meaningful, engaging, contextual, dan berorientasi pada masa depan, sekaligus membekali peserta didik dengan kemampuan untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, berkolaborasi, dan percaya diri dalam menghadapi tantangan global.
